SuratanBali.Com, BULELENG — Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta meminta kepada pengempon Pura Mas Pidada agar menjaga kelestarian gong sakral yang ada di Pura Mas Pidada.
"Gong tersebut, tidak semestinya diganti, melainkan direstorasi dan diperbaiki apabila mengalami kerusakan, karena memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi," pesan Wagub Giri Prasta saat menghadiri persembahyangan serangkaian Upacara Pemelaspas Wangunan lan Pelinggih Pura Mas Pidada, yang berlangsung khidmat di Pura Mas Pidada, Jalan Pidada, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Buleleng, Rabu (28/1).
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta juga mengingatkan seluruh generasi muda yang hadir pada upacara tersebut agar kemajuan zaman tidak sampai menggerus akar budaya Bali. Ia menyebut Singaraja sebagai salah satu pusat lahirnya maestro-maestro topeng, yang harus terus dijaga keberlanjutannya. Pelestarian budaya, menurutnya, harus berjalan seiring dengan pembangunan.
Sementara Kelian Banjar Adat Banjar Tegal, Made Kastika, menjelaskan bahwa menurut cerita leluhur, Pura Mas Pidada memiliki keunikan spiritual dan budaya yang identik dengan peninggalan asal Jawa, di antaranya kekidungan Dalem Solo yang dilantunkan saat mendak ke segara. Selain itu, terdapat gamelan Kedencong yang kesamaannya hanya ditemukan di Solo, keberadaan paduraksa, serta Ida Sesuhunan yang melinggih meparab Ida Bhatara Mas Makober.SB/**
Bagikan