By GusAr
12 February 2026
SuratanBali.Com, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster menerima kunjungan kerja Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), yang membidangi infrastruktur, transportasi, daerah tertinggal, transmigrasi, meteorologi, klimatologi, geofisika, dan pencarian pertolongan (SAR) di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, pada Kamis (12/2).
Kunjungan kerja tersebut membahas capaian pembangunan Bali, tantangan strategis, serta usulan program pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana strategis ke depan.
Dihadapan Koster, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menyampaikan bahwa Bali memiliki karakteristik pembangunan yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia, sehingga membutuhkan pendekatan pembangunan yang khusus dan komprehensif.
“Bali harus dibangun secara khusus, karena pembangunan Bali berbeda. Kita tidak bisa melihat Bali hanya secara kompetitif, tetapi harus secara komprehensif, bagaimana membangun infrastruktur yang selaras dengan budaya,” ujar Lasarus.
Ia juga membandingkan pembangunan kawasan pariwisata di negara lain dan menekankan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur di Bali.
“Pembangunan di negara lain, seperti Malaysia, sudah lebih maju. Ketika kita membangun Bali secara tidak biasa, justru itulah yang membuat Bali menjadi ikonik. Kalau dibangun secara normal, mungkin Bali tidak akan seikonik sekarang,” tambahnya.
Lasarus menegaskan bahwa Bali telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional, sehingga negara harus hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Bali.
“Bali sudah menyumbang banyak sekali bagi pusat. Maka Bali harus dibangun secara komprehensif. Negara harus hadir membantu Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat pembangunan,” tegasnya.
Gubernur Koster menyambut baik dukungan Komisi V DPR RI dan berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat semakin diperkuat demi mewujudkan pembangunan Bali yang berkelanjutan, berwawasan budaya, serta berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan Bali harus menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan. Bali bukan hanya destinasi pariwisata, tetapi juga pusat peradaban yang harus dijaga keasliannya,” tutup Gubernur Koster.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan pemaparan materi dari Kementerian Pekerjaan Umum terkait penanganan jalan Nasional di Provinsi Bali, upaya penanganan banjir dan pengamanan pantai di Provinsi Bali serta upaya peningkatan kualitas jalan tol di Provinsi Bali.
Selanjutnya, BMKG Provinsi Bali memaparkan terkait alat operasional utama, serta paparan dari BAZARNAS terkait strategi operasi pencairan dan pertolongan dan kesiapsiagaan BASARNAS dalam menghadapi bencana di Provinsi Bali.SB/**