By GusAr
09 February 2026
SuratanBali.Com, GIANYAR - Anggota MPR RI I Nyoman Parta, SH melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Banjar Bonbiyu, Desa Saba, Blahbatuh. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari unsur masyarakat desa, tokoh adat, tokoh pemuda, serta perwakilan lembaga desa.
Dalam pemaparannya, I Nyoman Parta, SH menegaskan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan masyarakat desa.
“Empat Pilar MPR RI bukan sekadar hafalan atau konsep, tetapi nilai-nilai yang harus hidup dalam keseharian kita. Dari desa inilah karakter bangsa dibangun, mulai dari toleransi, gotong royong, hingga kepedulian terhadap generasi muda,” tegas I Nyoman Parta, SH.
Selain membahas nilai kebangsaan, I Nyoman Parta, SH juga menyoroti fenomena semakin jarangnya penggunaan bahasa daerah, khususnya di kalangan generasi muda, yang berpotensi menyebabkan bahasa daerah berangsur punah jika tidak dijaga bersama.
“Bahasa daerah adalah identitas dan kekayaan bangsa. Jika bahasa daerah ditinggalkan, maka kita perlahan kehilangan jati diri. Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya soal perbedaan suku dan agama, tetapi juga tentang menjaga bahasa dan budaya lokal agar tetap hidup,” ujarnya.
Menurutnya, pelestarian bahasa daerah harus dimulai dari keluarga dan lingkungan desa, dengan membiasakan penggunaan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menanamkan kebanggaan terhadap budaya lokal sebagai bagian dari persatuan bangsa.
Dalam konteks tantangan sosial, I Nyoman Parta, SH juga menekankan ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda dan melemahkan ketahanan sosial masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini turut menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai narasumber.
“Menjaga generasi muda dari narkoba adalah bagian dari menjaga masa depan bangsa. Nilai-nilai Pancasila akan sulit tumbuh jika generasi mudanya kehilangan arah akibat narkoba,” tambahnya.
BNN memberikan pemaparan mengenai bahaya narkoba, pola penyebaran di masyarakat, serta pentingnya peran keluarga dan komunitas desa dalam upaya pencegahan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan diskusi. Salah satu peserta, Made Lara, mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Sosialisasi 4 Pilar ini sangat bermanfaat bagi kami masyarakat desa. Selain soal kebangsaan, kami juga diingatkan pentingnya menjaga bahasa daerah dan melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini, diharapkan masyarakat Desa Bonbiyu semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan, menjaga kelestarian budaya lokal, serta berperan aktif dalam menjaga persatuan, keutuhan NKRI, dan ketahanan sosial di lingkungannya masing-masing.SB/**