SuratanBali.Com, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster menyambut positif penjajakan berbagai peluang kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Swiss dalam pertemuan resmi bersama Wakil Duta Besar Swiss untuk Indonesia Mathias Domenig dan Konsul Jenderal Swiss di Bali Gerhard L. Nutz di Jayasabha, Denpasar, Jumat (24/4) pagi.
Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Pemerintah Swiss dalam memperkuat hubungan dengan Bali. Ia menegaskan bahwa kerja sama internasional seperti ini sangat penting untuk mendukung transformasi pariwisata Bali menuju arah yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. “Suatu kehormatan bagi kami di Bali. Hubungan Bali dengan Swiss sangat baik, apalagi Bapak Konsul sangat komunikatif dengan kami,” ujar Koster.
Ia juga mencatat bahwa jumlah wisatawan asal Swiss yang berkunjung ke Bali mencapai lebih dari 40 ribu orang pada tahun lalu. Menurutnya, wisatawan Swiss dikenal tertib, menghormati budaya lokal, dan memberikan kontribusi positif bagi citra pariwisata Bali. “WNA Swiss sangat menjunjung tinggi kebudayaan lokal, sopan, dan tidak pernah membuat masalah. Sangat respek dengan Bali,” tegasnya.
Lebih lanjut, Koster menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali tengah fokus mengembangkan pariwisata berkualitas berbasis budaya serta memperkuat sektor UMKM lokal. Ia menilai masyarakat Bali memiliki kreativitas tinggi yang perlu terus didorong agar mampu bersaing di pasar global. “Kami sedang menghadapi tantangan seperti kemacetan dan lingkungan, seiring dengan lebih dari 7 juta wisatawan mancanegara setiap tahun. Karena itu, pembangunan infrastruktur berkualitas menjadi prioritas untuk menunjang pariwisata kelas dunia,” jelasnya.
Dalam konteks ini, kerja sama dengan Swiss dinilai dapat menjadi bagian penting dalam menghadirkan solusi inovatif sekaligus membuka akses pasar internasional bagi produk Bali. Sebagai penutup pertemuan, Gubernur Koster menyuguhkan kopi khas Bali yang dipadukan dengan minuman tradisional arak Bali kepada Wakil Dubes Swiss. Sajian tersebut mendapat sambutan hangat. “Rasanya sangat enak, very nice,” ujar Domenig.
Selain itu, sebagai bentuk persahabatan dan penghormatan budaya, Gubernur Koster juga menyerahkan cinderamata khas Bali berupa kain endek dan arak Bali kepada Wakil Dubes Swiss. Pemberian tersebut menjadi simbol eratnya hubungan budaya sekaligus promosi produk lokal Bali ke kancah internasional. Menjadi sinyal kuat bahwa hubungan Bali–Swiss tidak hanya terjalin dalam sektor pariwisata, tetapi juga berkembang ke arah kemitraan strategis yang lebih luas dan berkelanjutan di masa depan.SB/**
Bagikan