By GusAr
19 May 2026
SuratanBali.Com, GIANYAR - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNN) Kabupaten Gianyar bersama Kementerian Agama Kabupaten Gianyar menggelar pencegahan narkoba melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fasilitator Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Kegiatan yang digelar pada Selasa (19/5/2026) secara hybrid ini diikuti 290 peserta dari unsur ASN, penyuluh agama, guru, dan pegiat anti narkoba untuk mencetak agen perubahan menuju Gianyar Bersinar (Bersih Narkoba).
Kepala BNN Provinsi Bali, Budi Sajidin saat membuka kegiatan secara daring menegaskan bahwa penanganan narkoba membutuhkan kolaborasi lintas sektoral sebagaimana semangat Asta Cita Presiden RI. Katanya Bali masih menjadi pasar besar peredaran narkotika dengan jaringan yang bergerak mulai dari tingkat lokal, antar provinsi, hingga internasional. Bahkan, ditemukan indikasi laboratorium narkoba yang melibatkan ahli kimia dan aktivitas produksi narkotika di sejumlah vila di wilayah Gianyar.
Menurut data yang disampaikan BNN Provinsi Bali, kasus narkotika di Bali terus meningkat dan memerlukan perhatian serius. “Sebagai daerah tujuan pariwisata internasional, Bali dinilai memiliki kerawanan tinggi terhadap ancaman narkoba,” ujarnya yang didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita.
Karenanya BNN melaksanakan kolaborasi dengan berbagai pihak. “Berbagai langkah pencegahan terus diperkuat, mulai dari penyusunan pararem, penguatan kurikulum anti narkoba sejak dini, hingga program Ananda Bersinar sebagai upaya membangun generasi muda yang sehat dan bebas dari narkotika. Termasuk saat ini dilaksanakan diklat dengan menggandeng Kemenag Gianyar,” ujarnya.SB/**