SuratanBali.Com, DENPASAR - Gubernur Bali bersama Densus 88 Anti Teror menyepakati untuk terus melakukan upaya pencegahan terorisme, baik secara regulasi dan aksi di Pulau Bali.
Hal itu terungkap saat Gubernur Bali, Wayan Koster menerima kehadiran Detasemen Khusus 88 Anti Teror yang dipimpin oleh PLH Kasatgaswil Bali Densus 88 Anti Teror Polri, Kombespol Sri Astuti Ningsih, S.Sos pada, Jumat (Sukra Paing, Sinta) 10 April 2026 di Jayasabha.
Upaya Pencegahan Radikalisme tersebut dilakukan lebih awal dalam bentuk regulasi. Dimana Pemerintah Provinsi Bali akan membuat Peraturan Gubernur, yang sejalan dengan Undang - Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dimana turunan dari Peraturan Gubernur ini menjadi acuan dalam melakukan aksi daerah.
Aksi yang dilakukan, tidak hanya upaya pencegahan, salah satunya seperti pembatasan penggunaan handphone dikalangan anak - anak bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (sesuai saran dari PLH. Kasatgaswil Bali Densus 88 Anti Teror Polri, Kombespol Sri Astuti Ningsih, S.Sos), namun perlu adanya perlindungan atau upaya rehabilitasi kepada para korban.
Untuk penanganan rehabilitasi, Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi menyampaikan bahwa kami di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali sudah memiliki fasilitas Rumah Aman lengkap dengan Psikolog.
Diharapkan Rumah Aman ini mampu berperan maksimal dalam mendukung program rehabilitasi yang dikerjasamakan oleh Densus 88 Anti Teror. Terkait operasionalnya hanya 14 hari, Gubernur Koster menegaskan pelayanan Rumah Aman ini harus terus diberikan kepada masyarakat, tanpa ada batasan waktu.
"Program ini setuju untuk diimplementasikan, Saya harap ini masuk agenda rutin, jadi yang harus dituntaskan dulu ialah regulasinya dengan dukungan sistem dari Densus 88 Anti Teror," kata Gubernur Koster sembari mengucapkan terimakasih kepada Densus 88 Anti Teror yang sudah memberikan perhatian bagi keamanan Bali, mengingat belakangan ini Bali terganggu oleh aksi pembunuhan sampai pemerkosaan.SB/**
Bagikan