SuratanBali.Com, BADUNG - Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan Forum PUSPA Provinsi Bali serta pemangku kepentingan terkait memfasilitasi pelatihan sanggul dan makeup bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Kerobokan.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberdayakan warga binaan dengan membekali keterampilan yang bermanfaat. "Sehingga ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat, mereka mampu berkontribusi secara positif," ujar Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta saat menghadiri Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial, dan Ekonomi dalam rangkaian Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut disebutnya, Pengarusutamaan gender di Provinsi Bali merupakan upaya untuk memastikan bahwa perspektif gender diperhatikan dan diintegrasikan dalam berbagai kebijakan serta program pembangunan. Hal ini sejalan dengan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pengarusutamaan Gender, khususnya Pasal 18, yang menyebutkan bahwa pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan, di antaranya pemberdayaan perempuan di bidang politik, hukum, sosial, budaya, dan ekonomi.
Pelaksanaan Peraturan Daerah tersebut juga sejalan dengan visi dan misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta arah kebijakan pembangunan Bali lima tahun ke depan (2025–2030), yang salah satunya berfokus pada pemberdayaan perempuan, anak, dan kelompok marginal. Program ini diwujudkan melalui edukasi dan sosialisasi perlindungan perempuan, anak, dan kelompok marginal berbasis desa adat, serta pengembangan Akademi Perempuan Bali untuk mempercepat peningkatan kapasitas perempuan dalam bidang politik, kepemimpinan, kewirausahaan, parenting, kesehatan mental, dan keahlian lainnya.
Sementara Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, menyampaikan bahwa semangat Kartini adalah semangat untuk terus bergerak, belajar, berdaya, dan berkontribusi. Melalui momentum ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar pemberdayaan perempuan dapat memberikan dampak nyata.
Pihaknya juga mengajak seluruh perempuan untuk tetap percaya diri, terus mengasah kemampuan, dan berani bermimpi. Perempuan yang berpendidikan, terampil, dan mandiri akan menjadi kekuatan besar bagi keluarga serta kemajuan daerah dan bangsa.SB/**
Bagikan