SuratanBali.Com, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional untuk memfleksibelkan Kartu Pra-kerja serta bantuan sosial di Bali dengan berbasis desa. "Di mana, untuk di Bali kami mempunyai Desa Adat dengan Satgas Gotong-royongnya yang siap bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan, terlebih mereka juga lebih tahu warga yang memang membutuhkan bantuan sosial, lebih paham peta di lapangan," ujar Wayan Koster saat ia mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional lewat video conference dari Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar pada, Minggu (3/5) pagi.
Dalam rapat itu, Koster juga melaporkan untuk persediaan pangan di Bulog dan lembaga lain di desa-desa, bisa kami sampaikan bahwa ketersediaan pangan memadai sampai 6 bulan ke depan. Kemudian pasar tradisonal dan modern, kami tetap buka dengan jam operasional yang terbatas dan menggunakan protokol kesehatan (memakai masker, jaga jarak, dll, red) dan terus kami pantau. Lebih lanjut Koster melaporkan bahwa untuk pergerakan masyarakat di Bali, jika melihat di desa-desa adat karena aturannya sangat ketat pergerakannya tidak sampai 10 persen. "Hanya di Kota Denpasar yang agak ramai, namun kami terus perketat agar pergerakannya semakin menurun," tutupnya.SB/REDAKSI
Bagikan