SuratanBali.Com, DENPASAR - Menyikapi tentang Tegak Hari Raya Nyepi Ketua PD KMHDI Bali Pitriyou, menyampaikan bahwa segala proses mencari sebuah keputusan harus punya kajian konprehensif, harus melalui mekanisme yang jelas serta harus melibatkan cendikyawan Hindu, Tokoh Agama Hindu, Pemimpin Ormas Hindu, dan Generasi Pemuda Hindu.
Hal itu disampaikan pada saat Pesamuan Madya PHDI Provinsi Bali, di Gedung Aula PHDI Provinsi Bali, pada Jumat (9/1/201/26). Kegiatan tersebut diikuti oleh PHDI di tingkat Kabupaten/Kota di Bali, Pesemetonan Tingkat Provinsi Bali, serta Organisasi Hindu.
Pitriyou menegaskan bahwa segala hal keputusan dipercayakan ke lembaga umat Hindu atau PHDI, serta harus memiliki kajian-kajian konprehensif.
“PHDI harus menjadi panglima terdepan untuk menyikapi polemik yang ada, jika ada suatu hal yang menjadi pembahasan harus memiliki dasar kajian-kajian kuat, kemudian punya mekanisme pembahasan yang jelas,” tegas Ketua PD KMHDI Bali.
Ia juga mengungkapkan bahwa perubahan tegak hari raya Nyepi ini akan berpengaruh ke Hindu nusantara, tidak hanya Hindu kita di Bali.
“Segala keputusan harus mampu mengakamodir segala pihak, baik cendikyawan, tokoh Hindu, tokoh pemimpin Ormas Hindu, serta generasi muda Hindu, sebab bicara hari suci Nyepi ini kita berbicara Hindu Nusantara juga,” tutupnya.SB/**
Bagikan