By GusAr
09 February 2026
SuratanBali.Com, BANGLI — Kehadiran Program Studi Kedokteran Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa (UHN IGBS) di Kabupaten Bangli menjadi angin segar bagi perkembangan dunia pendidikan di daerah. Namun, momentum ini dinilai perlu diikuti dengan kesiapan daerah, khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
Ketua Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Bangli, I Dw. A. Gd. A. Prawirananda Yasana Dananjaya menilai bahwa kehadiran Program Studi Kedokteran di Bangli merupakan peluang besar untuk mendorong Bangli sebagai salah satu pusat pendidikan di Bali, Senin (9/2).
“Oleh karena itu, pemerintah daerah kita harapkan lebih peka dan responsif dalam menyiapkan kebutuhan pendukung yang akan menunjang aktivitas mahasiswa ke depannya,” paparnya.
Lebih jauh yang akrab di sapa Agung Dananjaya menekankan bahwa sarana dan prasarana di sekitar kawasan kampus harus mampu mendukung kebutuhan mahasiswa yang akan datang dan beraktivitas di Bangli. “Kehadiran mahasiswa dalam jumlah besar tentu memerlukan fasilitas umum yang layak, aman, serta menunjang kenyamanan proses pendidikan,” jelasnya.
Perbaikan infrastruktur dasar dinilai perlu segera menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Selain itu, kondisi infrastruktur juga menjadi perhatian penting. Salah satu persoalan yang masih dirasakan adalah minimnya lampu penerangan jalan menuju kawasan kampus UHN IGBS, yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan mahasiswa, terutama saat aktivitas malam hari,” tegas Ketua PC KMHDI Bangli tersebut.
Ia juga menilai bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap fasilitas pendukung pendidikan bukan hanya menguntungkan mahasiswa, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Bertambahnya jumlah mahasiswa yang berkuliah maupun melakukan kegiatan di Bangli akan mendorong perputaran ekonomi lokal, termasuk berkembangnya usaha kos, kuliner, transportasi, hingga UMKM yang menyediakan kebutuhan mahasiswa. Kondisi ini tentu berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan,” tegasnya.
Agung Dananjaya melalui organisasi nya PC KMHDI Bangli mendorong agar pemerintah daerah tidak hanya menjadikan Bangli sebagai kota pendidikan sebatas wacana, melainkan diwujudkan melalui program konkret.
“Salah satunya dengan memperbanyak kegiatan pendidikan, seminar, festival budaya, maupun event kreatif yang melibatkan mahasiswa secara aktif sehingga Bangli dapat dikenal sebagai daerah tujuan kegiatan akademik dan kepemudaan,” pungkas Agung Dananjaya.
Dengan hadirnya Program Studi Kedokteran di Bangli, PC KMHDI Bangli berharap pemerintah daerah dapat melihat peluang ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat kemajuan daerah melalui sektor pendidikan, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah demi pembangunan Bangli yang lebih progresif.SB/**